Latest News

Memuat...

Minggu, 19 Juni 2016

Picu Gairah Eksistensi dalam Sebuah Ide

Tahukah kamu jika aktivitas yang itu-itu saja dari hari kehari secara menerus sama, lama kelamaan akan menimbulkan perasaan bosan, jenuh, dan letih. Yak, mengapa demikian? karena tak bisa dipungkiri pada dasarnya sifat manusia dominan tak pernah puas akan satu hal, selalu ada kepentingan di antara kemauan.Trust me it works yeahhhh. Kemudian akibat dari kebosanan ituakan menghasilkan kehidupan yang tak begitu banyak berarti dan tujuanpun hanya akan berakhir pada imbuhan a, tak ada i, u, e ataupun o. Tanpa disadari pergerakan pun tak mengalami yang sigifikan untuk maju sebab, tawaran pilihan hanya satu.

Ilusstrasi by Fajar X

Dari Perihal itu maka perlu ada semacam pergerakan keeksistensisan kita, demi penyesuaian diri pada kemajuan yang ada, seperti orang lain yang telah lebih dulu memperlihatkan pencapaian keeksistesiannya di belantika masyarakat informatika yaitu berbentuk karya, baik itu di dunia maya maupun dunia nyata.Dalam langkah awal dari semua itu adalah percobaan. Percobaan untuk mulai berkarya, seperti mencoba sesuatu ide kecil. Ayolah! Tak perlu besar atau banyak cukup setia pada satu hal. Seperti halnya memaknai setia antara sepasang kekasih yang saling menjalin hubungan asmara cihuyyyy.daripada hanya berdiam diri disuatu tempat yang membosankan. Ataupun berimbas hanya pada aksi di mulut saja.

Mari berpikir santai,untuk mencoba mendapatkan jawaban dari serangkaian banyaknya pertanyaan. Bayangkan! apa yang dilakukan oleh seseorang jika tersesat, maka jawabannya adalah bertanya, bertanya pada orang sekitar yang bisa memberikan jawaban. Begitu juga dengan ide, jika sulit menemukan ide maka buatlah pertanyaan untuk peka terhadap lingkungan sekitar, cobalah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Ide itu bisa ada dimana saja, dan kadang untuk menemukannya kita perlu tersesat sesaat.  Contoh dalam kasus kepenulisan. Seperti Neil Gaiman yang merupakan seorang penulis buku fiksi bergenre fantasi, dalam menemukan ide untuk menulisnya, perlu ada semacam rangsangan hasrat melahirkan ide yaitu, peka terhadap situasi dan kondisi lingkungan sekitar lalu dan meresapi lewat lamunan ataupun imajinasi liar mu dan juga melontarkan pertanyaan-pertanyan liar sederhana dalam setiap lamunan mu.

Yak, begitulah pesan bang Neil Gaiman bagaimana menggali setiap ide menulisnya, yang mungkin bisa dipraktikkan tak hanya dibidang menulis namun juga di berbagai bidangkreativitas berkarya. Kemudian jika telah mendapatkan Ide, ide itu harus segera direalisasikan, jangan biarkan mengendap dipikiran khayal mu, agar tak menjadi basi dan begitu saja terabaikan. Sehingga serangkaian ide itu dapat diubah menjadi hasil karya nyata.

Illustrasi by Fajar X

Ide dapat memicu gejolak diri dalam proses berkarya atau berkreativitas. Yah, bisa umpamakan sebagai alat doping untuk lebih semangat melakukan sebuah hal baru dan gila, daripada terus berdiam diri dikamar dengan fantasi yang tidak ada habisnya. Lagipula, imajinasi tak senikmat yang nyata. Percayalah!

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam mengeksekusi ide, bisa dengan melakukannya secara sendiri, jika itu bisa membuat mu bereksplorasi dengan bebas, namun jika sulit lakukanlah bersama sekelompok orang, demi mengejar kontinuitas waktu. Atau juga bisa melakukannya secara beriringan melakukan sendiri namun tetap berkomunikasi dengan sekelompok orang. Karena pada akhirnya semua bersumber pada ide dalam imajinasi dan kreasimu.

Ini tentang pemecahan kasus dilematika mu, yang masih sulit untuk surviveatau memilih bagaimana memulai dan bagaimana mengakhiri. Seperti Edogawa Conan di serial Anime Detektif Conan. yang selalu gigih dalam menemukan bukti-bukti otentik menemukan dalang pelaku kasus pembunuhan secara sendiri, namun disisi lain dia tetap membutuhkan sekelompok orang untuk menyampaikan pembenaran kasus pembunuhan tersebut. Buatlah skenario di panggung sandiwara ini, cukup banyak media atau teknologi yang bisa di ulik, dalam produktivitas karya.

Mungkin seperti itulah, bagaimana kronologi hidup untuk bereksistensi, yakni mengubah pola hidup. Hidup untuk berbuat dan hidup untuk bertindak.Pada akhirnya,setiap orang akan membutuhkan sebuah kebebasan dalam berekspresi dan berkarya, namun cermat dalam bertindak. Walau hanya satu tindakan kecil yang positif, tentu akan lebih membanggakan jika dilakukan.Ganbatte coyyyyy!!!

***
Tulisan ini diterbitkan di Majalah Terkam vol.3 edisi 2

Tidak ada komentar:

ENDLESS MADNESS.COM

Di diterjemahkan dari dua kata berbahasa inggris yang mempunyai arti “kegilaan tak berujung”. Dimana dari dua kata tersebut bermakna sebagai sebuah kegilaan yang terus menerus dilakukan. Kegilaan yang dimaksudpun bukanlah seperti apa yang kalian pikirikan, walau memang mungkin sesekali seperti itu kebenarannya. Haha.. Lanjut. Blog ini dikembangkan untuk menampung dan mempublikasikan segala bentuk kegilaan yang positif, entah itu sebuah tindakan nyata atau hanya sekedar ide/ gagasan. Diharapkan dari kegilaan itu dapat di terapkan untuk kemajuan kota, Kelestarian lingkungan, serta perdamaian umat manusia demi kepentingan kita bersama. Tsahhh




Recent Post