Latest News

Memuat...

Selasa, 22 Mei 2012

Stuck in the FRIENDZONE

Kalian masih ingat tulisanku yang sebulan yang lalu? apa kalian lupa?
oke. biar nyambung, baca tulisan yang ini dulu.


Kini udah 3 bulan lebih gue kenal sama Lhia. Di awal gue kenal sama dia memang sebenarnya biasa aja dan gak ada yang spesial. Seiring berjalan nya waktu dia mulai dekat ama gue. Padahal gue tahu, waktu itu dia berstatus punya pacar namun dia masih saja berusaha dekat sama gue.

Entah karna alasan apa, gue udah coba buat menghindar, namun dia bisa membuat gue merespon segala apa yang dia lakukan terhadap gue. Padahal dia notabene hanya seorang temen biasa. Mungkin karna gue yang mudah akrab ke semua orang atau memang karena cewek cewek suka dan merasa senang ada di samping gue. Mungkin..

Dari semua cewek yang gue kenal dan akrab sama gue, hampir semuanya selalu tersenyum dan tertawa ketika gue berada di samping mereka. Entah itu Pacar, mantan, sahabat, atau hanya sekedar teman. Mungkin di mata mereka gue adalah tipe yang cowok humoris dan enak di ajak ngobrol. Mungkin..

Selama gue kenal sama Lhia sejak februari kemarin, gue udah 2x ganti pacar. Satu orang manado, dan satu nya lagi orang palu keturunan manado. Masing masing hubungan kami berhenti di akhir bulan. Gue putus sama pacar (i mean mantan pacar) yang orang manado karna gue ngelihat bio twitter nya yang bertuliskan sebuah nama seorang cowok, dan itu bukan gue. Setelah gue tanya, ternyata dia udah punya cowok lain. Yah, rasa nya sakit sekali untuk seorang cowok yang selalu berusaha untuk setia seperti gue ini.

Sementara mantan pacar yang kedua sejak kenal sama Lhia gue putusin karena gue udah gak cinta lagi sama dia. Selain karena ada nya sosok seorang Lhia. Mantan pacar gue tersebut juga paling selalu gak bisa ketika di ajak keluar rumah dan selalu susah di ajak ketemuan. Jadi, waktu dia buat gue sangat kurang. Beda sama Lhia yang selalu ngajak gue buat ketemuan. Gue rasa, hubungan gue ama mantan pacar udah gak ada kecocokan lagi karna kita punya banyak perbedaan, termasuk beda agama.

Terkadang, terlintas di benak gue, "apakah iya, gue masuk ke dalam FRIENDZONE?".
Friendzone adalah keadaan dimana kita suka sama seseorang tapi mereka nganggep kita hanya sebatas sebagai seorang teman atau sahabat, nggak lebih.
Kembali gue kutip dari postingan yang sebelum nya :

"Gue masih ingat, ketika gue udah mau tidur sms nya masuk dan membuat gue heran. Untuk pertama kali nya dia bilang 'makasih. sayang miyo'. Trus gue balas seadanya 'hehe, iyah iyah. fiez kok belum bobo? kenapa?'. Dia kemudian ngambek dan bilang 'miyo tidak sayang sama fiez' dan di akhiri dengan emotion sedih".

"Gue masih ingat, ketika dia meminta gue untuk jadi sahabat sejati nya, yang selalu menghibur, dan yang selalu ada untuk nya. Dan gue selalu mengiyakan setiap apapun yang dia minta. Di saat dia butuh bantuan, orang pertama yang selalu nolongin dia adalah gue. Mudah atau sesulit apa pun yang dia butuhkan, gue selalu berusaha agar dia bisa tersenyum. Yah, pengorbanan yang sangat besar sekali dari sahabat sejati seperti gue".

Dari awal gue emang udah salah. Mesti nya waktu itu gue gak ngabulin permintaan nya yang "meminta gue untuk jadi sahabat sejati nya". Yah, wanita cantik memang selalu membuat para cowok tampak bodoh.

Sebenarnya keadaan lah yang membuat gue jadi seperti ini. Keadaan lah yang membuat gue jadi suka sama dia. Keadaan dimana setiap gue bertemu sama dia, dia selalu membuat gue merasa nyaman ketika ada di dekat nya. Keadaan dimana dia bisa membuat cowok seperti gue ini jadi terpikat sama sifat dia yang terkesan memikat hati gue dengan segala rayuan manja nya.

Now. Bagi gue, ini adalah keadaan yang membuat gue terperangkap di dalam sebuah jebakan, dan gak bisa keluar dari jebakan tersebut L

15 komentar:

randy(Tebe) mengatakan...

waduh , jadi ceritanya suka nih ? :D , haha..kalo menurut gue , mending tetep di friendzone bang..apa lagi kalo udah jadi sahabat..kan lebih susahan cari sahabat daripada pacar :D

Ugha Badawi mengatakan...

masalah nya rumit. gue bingung mau nulis apa lagi :(

Feby Andriawan mengatakan...

Jadi friendzone itu sama aja sama cinta yg bertepuk sbelah tngan ya? hmmm.. Masih enakan timezone berarti..

Claude C Kenni mengatakan...

Beberapa hari ke depan gua tulis artikel soal cara keluar dari friendzone deh...agak tricky memang, butuh reverse psychology ;p

hadhara rizka mengatakan...

Haha..
Friendzone..

ntar kalau si Lhia baca ni postingan aku gak bisa bayangin gmana ekspresi nya dia. senang, sedih atau gmana ya,..? hee

Teguh Budi mengatakan...

menurut ku mending tetep di friendzone drpd nanti jd bad ending

Galih Hidayatullah mengatakan...

Friendzone memang momok paling menyebalkan dalam sebuah hubungan.
Tapi dengannya kita bisa tahu betapa indahnya sebuah cinta yang tulus :)

Alif Saputra mengatakan...

hmm, jadi ingat pengalaman pribadi :D
dari pengalamanku, lebih baik tetap di friendzone aja, dengan begitu bisa sama-sama terus, meski itu sakit. Daripada jadi pacar yang ndak tau apa ke depan bisa sama-sama terus atau ndak :D

Umar Dani mengatakan...

Terkadang Friendzone itu menyakitkan juga...
tapi menurut gue jujur aja deh, lebih baik TTM.. ha ha

Naspard mengatakan...

ane tungguin post si bang keven dah. biar si master menjawab kegelisahan lo sob :)

Muhamad iyan mengatakan...

Friendzonenya sama lawan jenis kan? ya gpp lah dari pada sama sesama jenis #uhuk. hahaha
TTM aja udah TTM!

sabda awal mengatakan...

baru pertama kali dengar istilah friendzone, rada ngga enak denger artinya di kuping...

firendzone adalah.....bla....ngga lebih.

berarti friedzone berdasarkan suka bukan cinta,,,,

#aku ngga jelas...
aku jadi member k 94 nih, salam kenal

dian novita mengatakan...

berarti cinta bertepuk sebelah tangan donk bang ?? hhiii

wisnu mengatakan...

nemu blog ini :)

shinta ratnasari mengatakan...

jadi friendzone... heemmmm.. *kemudian berusaha mikir*

ENDLESS MADNESS.COM

Di diterjemahkan dari dua kata berbahasa inggris yang mempunyai arti “kegilaan tak berujung”. Dimana dari dua kata tersebut bermakna sebagai sebuah kegilaan yang terus menerus dilakukan. Kegilaan yang dimaksudpun bukanlah seperti apa yang kalian pikirikan, walau memang mungkin sesekali seperti itu kebenarannya. Haha.. Lanjut. Blog ini dikembangkan untuk menampung dan mempublikasikan segala bentuk kegilaan yang positif, entah itu sebuah tindakan nyata atau hanya sekedar ide/ gagasan. Diharapkan dari kegilaan itu dapat di terapkan untuk kemajuan kota, Kelestarian lingkungan, serta perdamaian umat manusia demi kepentingan kita bersama. Tsahhh




Recent Post